Minggu, November 06, 2011

Pemeriksaan TDS


A.    Dasar Teori
Total Dissolved solids alias disingkat TDS. Arti dari TDS adalah “benda padat yang terlarut” yaitu semua mineral, garam, logam, serta kation-anion yang terlarut di air. Termasuk semua yang terlarut diluar molekul air murni (H2O). Secara umum, konsentrasi benda-benda padat terlarut merupakan jumlah antara kation dan anion didalam air. TDS terukur dalam satuan Parts per Million (ppm) atau perbandingan rasio berat ion terhadap air.

Benda-benda padat di dalam air tersebut berasal dari banyak sumber, organik seperti daun, lumpur, plankton, serta limbah industri dan kotoran. Sumber lainnya bisa berasal dan limbah rumah tangga, pestisida, dan banyak lainnya. Sedangkan, sumber anorganik berasal dari batuan dan udara yang mengandung kasium bikarbonat, nitrogen, besi fosfor, sulfur, dan mineral lain. Semua benda ini berentuk garam, yang merupakan kandungannya perpaduan antara logam dan non logam. Garam-garam ini biasanya terlarut di dalam air dalam bentuk ion, yang merupakan partikel yang memiliki kandungan positif dan negatif. Air juga mengangkut logam seperti timah dan tembaga saat perjalanannya di dalam pipa distribusi air minum.

Sesuai regulasi dari Enviromental Protection Agency (EPA) USA, menyarankan bahwa kadar maksimal kontaminan pada air minum adalah sebesar 500mg/liter (500 ppm). Kini banyak sumber-sumber air yang mendekati ambang batas ini. Saat angka penunjukan TDS mencapai 1000mg/L maka sangat dianjurkan untuk tidak dikonsumsi manusia. Dengan angka TDS yang tinggi maka perlu ditindaklanjuti, dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Umumnya, tingginya angka TDS disebabkan oleh kandungan potassium, khlorida, dan sodium yang terlarut di dalam air. Ion-ion ini memiliki efek jangka pendek (short-term effect), tapi ion-ion yang bersifat toxic (seperti timah arsenic, kadmium, nitrat dan banyak lainnya) banyak juga yang terlarut di dalam air.

B.     Tujuan
Adapun tujuan dari pemeriksaan  TDS ( Total Dissolved Solid ) adalah mengetahui  zat padat terlarut (residu) pada sampel  yang dapat melewati filter dengan ukuran 10┬Ám.

C.    Alat dan Bahan
-          Air Sampel
-          Cawan Porselen
-          Pinset
-          Oven
-          Gelas Ukur
-          Beker Glass
-          Neraca Analitik

D.    Prosedur Kerja
1.      Siapkan alat dan Bahan yang dibutuhkan
2.      Masukkan Cawan Porselen ke dalam oven dengan temperature 103-1050C  selama 1 jam. Hal ini bertujuan agar diperoleh berat tetap
3.      Dinginkan dengan Desikator kurang lebih 15 menit
4.      Timbang cawan dengan Neraca Analitik. Catat Hasilnya
5.      Mengambil air sampel 50 ml dan dimasukkan ke dalam cawan tersebut
6.      Kemudian cawan dimasukkan ke dalam oven dengan suhu  103-1050C sampai kering
7.      Dinginkan dengan Desikator kurang lebih 15 menit
8.      Timbang cawan dengan Neraca Analitik. Mencatat hasilnya

E.     Hasil
·     TDS = ( b-a ) X 1000/50
Keterangan :
a = Berat cawan Sebelum diisi sampel
b = Berat cawan setelah diisi sampel
F. Dampak    
a.       Dampak Terhadap Lingkungan
-          Kandungan TDS dapat berdampak buruk pada lingkungan, terutama dapatmmenghambat resapan air dalam tanah dengan cara menutupi pori-pori.
-          Padatan tersuspensi akan mengurangi penetrasi sinar matahari ke dalam air, yaitumempengaruhi egenerasi oksigen serta fotosintesis.

b.      Dampak Terhadap Manusia
TDS tidak berdampak langsung pada kesehatan karena efek kandungan TDS di dalam air  adalah memberi rasa pada air, yaitu air menjadi seperti garam. Sehingga jika air yang tidak sengaja mengandung TDS terminum maka akan terjadi akumulasi garam didalam ginjal manusia dalam waktu lama. Sehingga lama kelamaan akan mempengarui fisiologi  ginjal

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar