Laman

Tampilkan postingan dengan label Kesling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesling. Tampilkan semua postingan

Selasa, Juni 25, 2013

Capcuz ke Gunung Kelud



Kelompok 2 PKN Mandiri Kesehatan Lingkungan  mode merayu pak lurah Sumber Lumbu untuk pinjem mobil untuk ke kelud. Untungnya pak lurahnya baik... dibolehin deh. Okey sebagai gantinya kita foto bareng pak lurah..

Nyampe gunung kelud, Waktunya Narsis


Setelah kegunung kelud,  capcuz ke makam bung karno blitar... Nyampe sana kemalaman dan kelaparan, makan deh kita di istana jamur... tp belum nyampe makanan abiz, kita disuruh plg... yah jadi gak nikmat deh...




Okey, bener2 deh
Ini Critaku yang GJ, Apa crita GJ mu??

Minggu, Februari 17, 2013

Devinisi Chikungunya

Istilah Chikungunya, digunakan baik untuk nama virus penyebab dan nama penyakitnya, yang berarti “to walk bent over” (berjalan bongkok) berasal dari bahasa Afrika Swahili atau Makonde, merujuk pada ketidakmampuan atau gejala nyeri pada bagian persendian (Pialoux et al., 2007).

 Chikungunya adalah penyakit yang ditandai dengan demam mendadak, nyeri pada persendian terutama sendi lutut, pergelangan, jari kaki dan tangan serta tulang belakang yang disertai ruam (kumpulan bintik-bintik kemerahan) pada kulit. Gejala lainnya yang dapat dijumpai adalah nyeri otot, sakit kepala, menggigil, kemerahan pada konjunktiva, pembesaran kelenjar getah bening di bagian leher, mual, muntah dan kadang-kadang disertai dengan gatal pada ruam. Belum pernah dilaporkan adanya kematian karena penyakit ini (Suharto, 2007).

Demam Chikungunya sering rancu dengan penyakit demam dengue, demam berdarah dengue, dan campak, tetapi gejala nyeri sendi merupakan gejala yang penting pada demam Chikungunya. Serangan demam Chikungunya dalam bentuk KLB (kejadian luar biasa) sudah sering terjadi, terutama karena penyebarannya oleh nyamuk. Untuk mencegah serangan demam Chikungunya, maka rumah, asrama, hotel, sekolah, pasar, terminal dan tempat-tempat lainnya, harus terbebas dari media berkembang biaknya nyamuk, termasuk 200 meter sekitarnya. Ada gelombang epidemi 20 tahunan. Mungkin terkait perubahan iklim dan cuaca. Antibodi yang timbul dari penyakit ini membuat penderita kebal terhadap serangan virus selanjutnya. Oleh karena itu, perlu waktu panjang bagi penyakit ini untuk merebak kembali (Suharto, 2007)


Senin, Februari 11, 2013

Sanitasi Kolam Renang

Kolam renang adalah suatu konstruksi buatan yang dirancang untuk diisi dengan air dan digunakan untuk  berenang, menyelam, atau aktivitas air  lainnya. Kolam renang adalah suatu tempat pemandian yang diperuntukan bagi keperluan umum, untuk keperluan rekreasi dan olah raga renang.
 

Sedangkan menurut Peraturan MenKes RI dan Keputusan Direktur Jend PPM dan PLP tentang persyaratan kesehatan kolam renang dan pemandian umum tahun 1992, kolam renang adalah suatu usaha bagi umum yang menyediakan tempat untuk  berenang, berekreasi, berolahraga serta jasa pelayanan lainnya, menggunakan air  bersih yang telah diolah

Pengawasan Kolam Renang dilakukan oleh :
1)    Jawatan kesehatan setempat
2)    DPU setempat
3)    Life Guard (orang yang ditunjuk oleh pengusaha)


Pembagian Kolam Renang
a.    Dipandang dari segi bangunannya :
1)    Natural bathing places (pemandian alam)
Misal : - Pemandian pantai laut, Laut, Sungai
Pengawasan sanitasi tipe ini sulit sekali di lakukan, yang perlu dperhatikan adalah lingkungan sekitar pemandian tersebut harus dijaga kebersihannya terutama saluran pembuangan air limbah, pembuangan tinja, buangan bahan-bahan kimia dan radio aktif. Lifequard dilengkapi pelampung kendaraan air helikopter 
2 Artificial bathing places (pemandian buatan)
Misal : - Pemandian-pemandian Umum, Pemandian Hotel


b.    Dipandang dari segi kegunaannya :
1)    Publik swimming pool  yaitu kolam renang yang digunakan bagimasyarakat umum.
2)    Private swimming pool  yaitu kolam renang yang digunakan unuk kepentingan perorangan atau jawatan.


c.    Dipandang dari cara pengisian kolam renang
Ada beberapa tipe yang digunakan dalam pengisian air Artificial bathing places yaitu :
1)    Tipe through flow
Pada tipe ini air terus menerus diisi tanpa melihat jumlah pengunjungnya. Tipe ini dia anggap yang terbaik, hanya saja membutuhkan banyak air berasal dari satu mata air di alam.
2)    Tipe fill and drew
Pada tipe ini cara pengisiannya yaitu kolam renang diisi penuh dan penggantiannya dilihat dari jumlah pengunjung dan tingkat kotor.
3)    Tipe recirculation
Pada tipe ini air yang sudah kotor (terpakai) ditampung lalu ditreatment dan hasilnya diisikan kembali kolam renang.
Secara garis besar, kolam renang digolongkan atas 2 sistem sirkulasi :
a)    Sistem Sirkulasi Overflow, dan
b)    Sistem Sirkulasi Skimmer
Dimana keduanya memiliki fungsi dan tujuan yang sama membersihkan permukaan air dari kotoran atau sampah yang mengambang dan tak dapat tenggelam.
a)    Sistem Sirkulasi Overflow
Pada sistem ini air dihisap oleh pompa dari Balancing Tank kemudian dikirim ke kolam dengan melalui proses filtrasi di dalam Filter. Air yang masuk ke dalam kolam melalui Inlet akan meluap memang dibuat agar meluap dan tumpah ke dalam Gutter atau saluran yang dibuat sebagai tampungan luapan tersebut. Dan kemudian melalui Gutter Drain, air kembali ke dalam Balancing Tank, dimana selanjutnya akan disedot kembali oleh Pompa Sirkulasi.
Umumnya kolam renang baik Commercial maupun Domestic mempergunakan sistem ini, karena air tidak banyak terbuang ketika terjadi penambahan tinggi air kolam baik karena penambahan jumlah pengguna kolam maupun penambahan akibat air hujan akan tertampung di dalam Balancing Tank. Penambahan air akibat adanya pengurangan air kolam karena terjadinya penguapan dll, dilakukan di dalam Balancing Tank.
b)    Sistem Sirkulasi Skimmer
Pada sistem ini proses sirkulasi air kolam tidak memerlukan Balancing Tank, sebab air langsung dihisap oleh Pompa Sirkulasi dari dalam kolam melalui Skimmer, dan dikembalikan lagi ke dalam kolam.
Jika terjadi penambahan tinggi air kolam akibat pengguna kolam atau air hujan, akan langsung dibuang ke saluran buangan. Dan penambahan air jika terjadi pengurangan volume air akibat penguapan dll, dilakukan di dalam kolam.
Sistem ini biasanya dipegunakan untuk proses sirkulasi Jacuzzi atau Whirlpool dan sebagian kolam domestic atau rumahan.
Sistem ini memiliki kekurangan bagi praktisi kolam renang yang dianggap cukup signifikan : yaitu terlalu sering terjadi penambahan air baru pada setiap kolam yang dipergunakan, karena pasti ada air yang terbuang.
d.    Menurut Letaknya
1)    Ditempat Terbuka (Outdor Swimming Pool)
Misal : Kolam renang umum/perorangan,Yang terletak ditempat terbuka,  Kolam renang/pemandian alam.
2)    Ditempat Tertutup (Indoor swimming Pool)
Misal : Kolam renang yang terletak dalam bangunan tertutup


Sabtu, Mei 12, 2012

Cara Pembuatan Kompos rumah tangga

Kompos merupakan pupuk organik yang diperoleh dari hasil pelapukan bahan-bahan tanaman atau limbah organik, seperti  jerami, sekam, dedaunan, rerumputan limbah organik dan sampah rumah tangga. Pengomposan dapat diartikan sebagai proses biokimiawi  yang melibatkan jasad renik sebagai perantara (agensia) yang merombak bahan organik menjadi kompos.

  Alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan kompos adalah sebagai berikut :
-          2 kg SampahDaun-daun
-          1  kg Sampah Makanan
-          1 kg Kotoran sapi
-          Karung
-          Sekam
-          Cetok
-          Pisau
-          Air
-          Gula ¼ kg
-          Tali

Dan Cara pembuatannya adalah :
·         Isi Karung dengan Sekam setinggi 10cm
·         Cacah Sampah daun-daunan dan Sampah makanan sepanjang ± 4 cm kemudian dicampurkan menjadi satu
·         Sampah di campurkan dengan  kotoran sapi. Diaduk hingga tercampur rata
·         Ditempat terpisah  campurkan air dengan gula hingga menjadi larutan gula
·         Kemudian masukkan air larutan  perlahan kedalam campuran tanah dan aduk hingga rata
·         Perkirakan kelembapannya mencapai 50%. Patokan sederhananya kepal campuran tanah dengan tangan. Ketika membuka kepalan tangan, tanah langsung pecah, maka campuran tersebut masih memerlukan tambahan air. Sebaliknya, bila campuran meneteskan air, maka campuran kebanyakan air, maka dapat ditambah tanah atau sampah kembali
·         Setelah diperoleh kelembaban yang diinginkan Masukkan sampah ke dalam karung, setelah diangin-anginkan sebentar.
·         Kemudian karung diikat dan ditusuk-tusuk dengan obeng atau alat lainnya secara merata agar oksigen (udara segar) bisa masuk
·         Letakkan pada tempat yang teduh dan tertutup. Hindarkan terhadap sinar matahari secara langsung dan juga hujan.   Kompos dibiarkan selama 2 bulan
·         Setiap 2 hari  sekali, kompos dibuka  kemudian di aduk dan ditambah larutan gula
·         Keluarkan kompos dari karung atau ambil menggunakan cetok, kemudian diayak

Hal yang perlu diperhatikan dalam membuat kompos adalah sebagai berikut:
      Minggu ke-1 dan ke-2 mikroba mulai bekerja, suhu mencapai 45-65C. Karung terasa hangat bila dipegang.
      Minggu ke-3 dan ke-4 suhu mulai menurun menjadi sekitar 40C.
      Minggu ke-5 dan ke-6 suhu kembali normal seperti suhu tanah, kompos sudah jadi/matang.
      Kompos yang sudah jadi berwarna coklat kehitam-hitaman dan baunya seperti tanah. 
     Kompos bisa disimpan di dalam karung sebelum digunakan





Sabtu, Maret 24, 2012

Bahaya Penggunaan Kemasan Makanan dari Kertas


Kemasan makanan merupakan bagian dari makanan yang sehari-hari kita konsumsi. Bagi sebagian besar orang, kemasan makanan hanya sekadar bungkus makanan dan cenderung dianggap sebagai "pelindung " makanan. Sebetulnya tidak tepat begitu, tergantung jenis bahan kemasan. Sebaiknya mulai sekarang Anda cermat memilik kemasan makanan. Kemasan pada makanan mempunyai fungsi kesehatan, pengawetan, kemudahan, penyeragaman, promosi, dan informasi. Ada begitu banyak bahan yang digunakan sebagai pengemas primer pada makanan, yaitu kemasan yang bersentuhan langsung dengan makanan. Tetapi tidak semua bahan ini aman bagi makanan yang dikemasnya.
Beberapa kertas kemasan dan non-kemasan (kertas koran dan majalah) yang sering digunakan untuk membungkus makanan, terdeteksi mengandung timbal (Pb) melebihi batas yang ditentukan. Di dalam tubuh manusia , timbal masuk melalui saluran pernapasan atau tangan kita, dari pencernaan menuju sistem peredaran darah dan kemudian menyebar ke berbagai jaringan lain, seperti: ginjal , hati, otak, saraf dan tulang.
Keracunan timbal pada orang dewasa ditandai dengan gejala 3 P, yaitu pallor (pucat), pain (sakit) & paralysi (kelumpuhan) . Keracunan yang terjadipun bisa bersifat kronis dan akut. Untuk terhindar dari makanan yang terkontaminasi logam berat timbal, memang susah-susah gampang. Banyak makanan jajanan seperti pisang goreng, tahu goreng dan tempe goreng yang dibungkus dengan Koran karena pengetahuan yang kurang dari si penjual, padahal bahan yang panas dan berlemak mempermudah berpindahnya timbal makanan tsb.
Sejumlah ilmuwan di Swiss menemukan bahwa karton kemasan berpotensi membahayakan kesehatan manusia. Selain terbuat dari kertas bekas yang tak terdeteksi riwayatnya, karton-karton tersebut umumnya menggunakan campuran minyak mineral yang berpotensi mengontaminasi produk makanan yang dikemasnya. kontaminasi minyak mineral ke dalam produk makanan jelas berbahaya karena berpotensi masuk ke tubuh manusia. Zat itu bisa mengembangkan berbagai penyakit serius seperti kanker, dan peradangan ogan internal.
Kertas bekas (koran, buku, majalah) tidak boleh digunakan untuk mengemas makanan. Kertas bekas bisa menjadi sumber cemaran biologis (mikroba) yang dapat menyebabkan penyakit diare akut. Selain itu, tinta yang ada di kertas bekas bisa jadi mengandung logam berat yang bisa bermigrasi kemakanan dan membahayakan kesehatan konsumen.
Beberapa hal dalam pencegahan terhadap kemasan makanan karton agar terhindar dari bahaya adalah sebagai berikut:
a.       Memilih Kemasan Makanan yang memiliki Kemasan Kertas yang memenuhi standar Food Grade

Gambar food grade certification

 

b.      Jika membeli suatu barang dalam kemasan, pastikan kemasan dan atau segel masih dalam keadaan baik dan belum rusak.

c.       Lebih baik menggunakan wadah makanan atau Gunakan wadah makanan dan minuman yang bebas racun walaupun kurang praktis, mahal, berat, gampang pecah, dan sebagainya. Yang penting aman bagi kesehatan anda dan keluarga serta orang lain maupun diri sendiri.